Chat Here

Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Orientasi (Naskah-naskah Plum Village) Part.1

Orientasi merupakan kumpulan naskah-naskah pendek yang berisi penjelasan singkat tentang latihan dasar yang dipraktikkan di Plum Village, naskah-naskah ini merupakan dasar dari latihan hidup sadar yang disusun dengan kreatif dan arif oleh Bhante Thich Nhat Hanh beserta murid-muridnya dengan tetap mengacu dan berlandaskan semangat ajaran dasar Buddha yaitu hidup sadar atau eling.


Bagaimana Menikmati Latihanmu

Perhatian penuh kesadaran (eling) merupakan energi kewaspadaan dan keterjagaan akan momen ini. Latihan ini merupakan latihan berkesinambungan untuk terus menyentuh seluruh momen kehidupan sehari-hari. Hidup sadar membuat hidup menjadi nyata, hadir bersama mereka yang berada di sekitarmu juga hadir bersama apa yang sedang engkau lakukan. Menyelaraskan badan jasmani dan pikiran ketika kita sedang mengendarai mobil ataupun ketika sedang mandi.

Latihan hidup berkesadaran bersatu padu dengan rutinitas keseharian di rumah seperti berjalan, duduk, bekerja, makan, dan sebagainya. Namun pada kesempatan ini kita melakukan semua aktivitas itu dengan penuh berkesadaran. Sadar dengan apa yang sedang kita lakukan. Kita berlatih hidup berkesadaran di kamar dan ketika berjalan dari satu tempat ke tempat lain.
Berlatih sebagai sanggha (komunitas) membuat suasana menjadi begitu ceria, santai, dan mantap. Setiap orang menjadi lonceng kesadaran bagi sahabat lainnya. Saling mengingatkan serta saling mendukung di sepanjang perjalanan latihan. Dengan adanya dukungan dari komunitas, kita dapat belajar untuk berbagi sukacita, aktivitas ini seperti mempersembahkan sebuah kado untuk mereka yang kita sayangi dan cintai. Kita dapat menumbuhkan soliditas dan kebebasan, solid dalam aspirasi paling dalam dan terbebas dari rasa takut, persepsi keliru, dan penderitaan.

Wahai sahabat, marilah kita mencoba berlatih dengan cara cerdas dan terampil, berhadapan dengan berbagai aspek latihan dengan penuh rasa ingin tahu dan semangat mencari tahu. Mari kita berlatih dengan menjadikan pengertian mendalam sebagai fondasi dasar dan bukan sekedar berlatih demi memamerkan tampak luarnya semata. Nikmati latihanmu di sini dengan santai dan anggun, menyertakan pikiran terbuka dan hati yang siap menerima.


Bernapas

Latihan meditasi (napas berkesadaran dan jalan berkesadaran) merupakan metode untuk menjadi lebih sadar. Napas merupakan bumi solid yang bisa menjadi tempat kita berlindung. Apa pun cuaca dalam mental, pikiran, emosi, dan persepsi, napas selalu menemani kita bagaikan seorang sahabat setia. Kapanpun kita terhanyut, tenggelam, terbawa emosi, atau terperangkap dalam kekhawatiran berlebihan, maka kita kembali bernapas untuk mengumpulkan dan menarik balik pikiran kita ke tubuh.

Rasakan arus udara masuk dan keluar hidung. Kita merasakan betapa ringan dan naturalnya napas yang menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Di setiap waktu, ketika sedang berjalan, berkebun ataupun menulis, kita dapat kembali kepada kedamaian yang merupakan sumber kehidupan.

Ketika kamu bernapas, kamu terkonsentrasi penuh pada momen ini. Kita boleh melantunkan gatha atau syair berikut ini untuk medukung latihan napas berkesadaran:

”Bernapas masuk aku tahu aku sedang bernapas masuk”
”Bernapas keluar aku tahu aku sedang bernapas keluar"

Kita tidak perlu mengendalikan napas. Rasakan napas sebagaimana adanya. Napas kita mungkin saja panjang atau pendek, dangkal atau dalam, bernapas dengan berkesadaran maka napas akan berubah menjadi pelan dan lebih dalam secara alamiah. Bernapas dengan sadar merupakan kunci untuk mempersatukan badan jasmani dan pikiran kemudian membawa energi kesadaran hadir dalam setiap momen hidup.


Lonceng Kesadaran

Ketika anda tiba, mungkin anda akan mendengar bunyi lonceng, kemudian semua orang di sekelilingmu berhenti, berhenti berbicara, dan berhenti bergerak. Bunyi lain seperti dering telepon atau dentang jam dinding ataupun bunyi lonceng wihara, semua ini merupakan lonceng kesadaran. Ketika kita mendengar bunyi lonceng maka kita akan merelaksasikan tubuh dan mengikuti keluar dan masuknya napas. Kita lakukan hal itu secara natural, menikmati tanpa harus terlalu serius ataupun kaku.

Ketika kita mendengar salah satu bunyi lonceng kesadaran itu, kita berhenti dari segala percakapan dan apa pun yang sedang kita lakukan kemudian kita mencurahkan perhatian pada napas. Bunyi lonceng telah memanggil kita:

Dengar,dengar
Bunyi menakjubkan ini
Membawaku kembali
Ke rumah sejatiku

Dengan berhenti untuk bernapas dan menyentuh ketenangan dan kedamaian, kita menjadi bebas, semua pekerjaan serasa menyenangkan dan sahabat yang ada di depan kita juga menjadi begitu nyata. Ketika kita pulang ke rumah, kita dapat memanfaatkan dering telepon, dentang lonceng gereja, tangisan bayi ataupun bunyi sirene pemadam kebakaran dan bunyi ambulan sebagai lonceng kesadaran. Hanya dengan tiga tarikan napas kita dapat melepaskan ketidaknyamanan dalam tubuh dan pikiran, kemudian kembali menjadi sejuk dan jernih.


Membungkuk atau Tidak

Membungkuk atau tidak bukanlah inti pertanyaan. Tetapi hal yang penting adalah sadar. Ketika kita memberi salam kepada seseorang dengan cara membungkuk, kita berkesempatan untuk hadir sepenuhnya di hadapan orang tersebut, kehadiran sifat Buddha yang ada dalam diri kita juga orang lain. Kita membungkuk bukan atas dasar kesopanan ataupun alasan diplomatis, namun kita memberi salam hormat dengan membungkuk untuk mengenali bahwa hidup itu sendiri merupakan suatu keajaiban.

Ketika kita melihat seseorang menangkupkan dua tangan seperti bunga teratai dan membungkuk memberi hormat kepada kita, maka bisa dapat membalasnya. Bernapas masuk, dalam hati berkata: ”Sekuntum bunga teratai untukmu,” tundukkan kepala dan bernapas keluar kita melanjutkan: ”Seorang calon Buddha.” Kita melakukan hal ini dengan penuh kesadaran, sadar sepenuhnya akan keberadaan orang di hadapan kita. Kita membungkuk dengan tulus. Kadang-kadang kita merasa ada koneksi sangat dekat dengan mereka yang ada di hadapan kita—rasa takjub atas keajaiban hidup. Apakah itu bunga, matahari, pohon maupun setetes air hujan yang dingin, objek apa pun itu kita bisa memberi salam hormat dengan cara demikian. Untuk mempersembahkan kehadiran dan rasa terima kasih.


Gatha

Gatha adalah syair pendek untuk membantu latihan hidup berkesadaran dalam kegiatan sehari-hari. Gatha dapat membuka dan memperdalam pengalaman tindakan simpel yang sering kita abaikan. Ketika kita fokuskan pikiran pada gatha, kita kembali ke diri sendiri dan menjadi lebih sadar dalam setiap aktivitas. Ketika gatha itu berakhir, kita melanjutkan aktivitas dengan kesadaran yang sudah lebih tinggi lagi.

Ketika kita memutar keran air, kita dapat melihat secara mendalam dan melihat betapa pentingnya air bagi kehidupan. Kita teringat untuk menghemat air karena begitu banyak manusia di muka bumi ini tidak mendapatkan air apalagi air minum.

Air mengalir dari gunung tinggi
Air merembes ke dalam tanah
Secara ajaib air datang untuk kita dan
menyokong semua kehidupan

Ketika mengosok gigi, kita dapat membulatkan tekad dalam hati agar selalu berbicara dengan penuh cinta kasih. Sebelum menstarter mobil, kita dapat melantunkan gatha sebagai persiapan perjalanan aman:

Sebelum menstarter mobil
Saya tahu ke mana saya akan pergi
Mobil dan saya bersatu
Ketika mobil bergerak cepat maka saya juga bergerak cepat.

Gatha memanggil pikiran kembali ke tubuh kita. Bermodalkan pikiran damai dan jernih, sadar sepenuhnya akan aktivitas fisik, resiko kecelakaan akan lebih kecil.

Gatha merupakan nutrisi bagi pikiran, memberikan kedamaian dan ketenangan diri kita sendiri kemudian kita dapat berbagi untuk orang lain. Mereka juga membantu kita menghadirkan latihan meditasi berkelanjutan menjadi bagian dari hidup kita. Banyak gatha yang tersedia di buku ”Present Moment Wonderful Moment”.


0 comments:

Post a Comment