Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Orientasi (Naskah-naskah Plum Village) Part.2

Meditasi Jalan

Kita berjalan setiap hari namun seolah-olah seperti sedang berlari, dan langkah tergesa-gesa meninggalkan jejak kegelisahan dan kemurungan di bumi.

Di manapun kita berjalan, kita dapat berlatih meditasi, maksudnya kita tahu bahwa kita sedang berjalan. Kita berjalan hanya untuk berjalan. Kita berjalan dengan rasa lepas dan soliditas, tidak tergesa-gesa lagi.

Kita hadir dalam setiap langkah, dan ketika kita ingin berbicara, maka kita berhenti dan mencurahkan perhatian penuh kepada lawan bicara kita, kata-katanya, dan sepenuhnya mendengar.

Berjalan dengan cara demikian bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja, namun kita seharusnya dapat melakukannya setiap saat. Lihatlah sekelilingmu dan perhatikan bagaimana kehidupan itu sangatlah luas, pohon-pohon, awan putih, dan langit tanpa batas. Dengarkanlah kicauan burung, rasakan segarnya angin. Kehidupan hadir di setiap sudut dan kita masih hidup dan sehat, betapa beruntung bahwa kita masih mampu berjalan dengan damai.

Mari kita berjalan bagaikan orang bebas dan rasakan setiap langkah semakin ringan. Mari nikmati setiap langkah yang kita ayunkan. Setiap langkah memberi nutrisi sehat dan menyembuhkan. Sebagaimana kita melangkah meninggalkan jejak rasa terima kasih kepada bumi.

Barangkali kita ingin menggunakan gatha ketika melangkah. Ayunkan dua atau tiga langkah untuk setiap tarikan napas dan hembusan napas.

Bernapas masuk ”Aku telah tiba”
Bernapas keluar ”Aku tiba di rumah”
Bernapas masuk ”Aku berada di sini”
Bernapas keluar ”Aku berada di saat ini”
Bernapas masuk ”Aku kokoh”
Bernapas keluar ”Aku bebas”
Bernapas masuk ”Dalam dimensi tertinggi”
Bernapas keluar ”Aku bersemayam”


Bangun di Pagi Hari

Bangun di pagi ini aku tersenyum
dengan mengetahui ada 24 jam sudah hadir di hadapanku.
Aku bertekad untuk hidup sepenuhnya dalam setiap momen,
dan menatap semua makhluk dengan mata penuh welas asih.

Ketika kita bangun di pagi hari dan membuka mata, barangkali kita ingin melantunkan gatha di atas. Kita bisa memulai hari dengan sebuah senyum kebahagiaan dan aspirasi mendedikasikan diri untuk berlatih membangkitkan cinta kasih dan pengertian. Kita sadar bahwa hari ini adalah suatu hari baru yang segar, dan kita punya 24 jam yang berharga untuk hidup.

Mari kita coba untuk segera bangun dari tempat tidur setelah bernapas tenang sebanyak tiga kali untuk tetap hidup sadar. Ayo jangan menunda atau enggan bangun dari ranjang. Barangkali kita ingin duduk dan memijat kepala, leher, bahu, dan lengan dengan lembut untuk melancarkan sirkulasi darah. Mungkin kita ingin melakukan beberapa peregangan untuk mengendurkan persendian dan membangunkan tubuh kita. Minum segelas air hangat di pagi hari juga baik untuk jaringan tubuh kita.

Mari kita membersihkan diri atau melakukan apa pun yang perlu dilakukan sebelum menuju ke ruang meditasi. Meluangkan waktu secukupnya agar kita tidak harus tergesa-gesa. Menikmati langit pagi yang gelap. Banyak bintang sedang berkedip dan mengucapkan ”selamat pagi” kepada kita. Tarik napas dalam dan nikmati udara sejuk dan segar. Sewaktu kita berjalan perlahan menuju ruang meditasi, biarkan pagi menghiasi kehidupan kita, membangunkan tubuh dan pikiran kita untuk kegembiraan di hari yang baru.



Meditasi Duduk

Meditasi duduk bagaikan kita kembali ke rumah masing-masing untuk memberikan perhatian penuh dan kepedulian kepada diri sendiri. Seperti rupang Buddha di altar, kita juga bisa memancarkan kedamaian dan stabilitas. Kita duduk tegap dengan penuh wibawa, dan kembali pada napas. Kita mencurahkan seluruh perhatian pada tubuh dan sekeliling. Kita membiarkan pikiran kita menjadi luas dan hati kita semakin lembut dan berbudi baik. Meditasi duduk sangat menyembuhkan. Kita sadar bahwa kita bisa saja duduk dengan keadaan apa saja yang muncul dalam diri kita, apakah itu kepedihan, kemarahan, kegusaran, atau juga keceriaan, kecintaan, dan kedamaian. Kita duduk bersama perasaan-perasaan itu tanpa terhanyut. Biarkan perasaan itu datang dan biarkan juga perasaan itu pergi. Tidak perlu menolak, tidak perlu memaksa, tidak perlu berpura-pura bahwa pikiran kita tidak ada di situ. Selidiki pikiran dan bayangan-bayangan yang muncul dari mental dengan penuh rasa penerimaan dan tatapan penuh cinta kasih. Kita boleh tetap diam dan tenang walaupun terjadi hujan badai yang muncul dari diri kita.

Jika kaki kita dan telapak kaki tertidur atau mulai pegal, kita boleh saja mengatur posisi duduk agar nyaman tanpa menimbulkan suara berisik. Kita boleh mempertahankan konsentrasi dengan tetap mengikuti napas secara perlahan-lahan, kemudian dengan penuh kewaspadaan merubah postur duduk. Di antara sesi meditasi, kita berlatih Thien Hanh yaitu meditasi jalan di ruangan. Kita melangkah bersamaan dengan setiap napas masuk dan keluar. Sadari sanggha berada di sekeliling, kita merasakan keselarasan karena memiliki tubuh yang lebih besar yaitu tubuh sanggha. Setiap orang bergerak bersama, perlahan-lahan, dan penuh perhatian. Kita bisa menemukan banyak saran dan usul berkaitan dengan Guided Meditation dalam buku-buku Thay*, “The Blooming of a Lotus” atau juga salah satu guru Dharma. Kita hendaknya datang 5 menit sebelum meditasi dimulai sehingga semua orang bisa duduk dengan nyaman sebelum bel dibunyikan untuk memulai meditasi formal. Kita sebaiknya jangan masuk ke ruang meditasi setelah bel diundang berbunyi di aula meditasi. Apabila kita terlambat untuk ikut meditasi duduk, tetaplah berada di luar dan menikmati meditasi jalan.

* Thay berarti guru, sebutan akrab di Plum Village untuk Bhante Thich Nhat Hanh



Sumber: http://www.wihara.com/forum/artikel-buddhist/7169-orientasi-naskah-naskah-plum-village.html

0 comments:

Post a Comment