Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Orientasi (Naskah-naskah Plum Village) Part.5

Keheningan

Periode untuk berlatih keheningan (noble silence) dimulai setelah meditasi sore hingga sarapan pagi besok. Keheningan ini sangat menyembuhkan. Kita mengizinkan keheningan dan kedamaian untuk mengalir masuk ke dalam daging dan tulang. Kita mengizinkan energi sanggha dan perhatian penuh kesadaran merembes masuk ke dalam tubuh dan pikiran. Kita berjalan kembali ke tempat tidur perlahan-lahan, menyadari setiap langkah. Kita bernapas dalam dan menikmati langkah damai dan kesegaran. Mari kita jangan berbicara dengan mereka yang berjalan di pinggir kita, dia membutuhkan dukungan kita juga. Kita boleh saja berdiam diri di luar sana sekitar 10 menit dengan ditemani pepohonan dan bintang-bintang, kemudian boleh pergi ke kamar mandi, mengganti pakaian dan setelah itu langsung tidur.

Berbaring di ranjang, kita boleh mempraktikkan relaksasi mendalam sampai kita tertidur. Ketika sudah pagi, kita bergerak secara perlahan-lahan dan penuh keheningan, gunakanlah waktu baik-baik untuk bernapas, pergi ke kamar mandi dan setelah itu segera menuju aula meditasi. Kita tidak perlu menunggu siapapun. Ketika bertemu seseorang dalam perjalanan menuju aula meditasi, kita menyatukan kedua telapak tangan di depan dada bagaikan kuncup bunga teratai kemudian membungkukkan badan memberikan salam, memberikan kesempatan kepada dia untuk ikut menikmati perjalanan pagi menuju aula meditasi. Latihan ini kita lakukan setiap hari, kecuali pada malam hari malas ‘lazy day’ dan festival bulan purnama. Terima kasih sudah berlatih dengan riang.


Memulai Lembaran Baru

Memulai lembaran baru adalah melihat diri sendiri secara mendalam dan jujur, memahami ucapan, tindakan, dan pikiran yang telah kita perbuat sebelumnya, kemudian membuka lembaran baru yang segar dalam diri kita; demikian juga membuka lembaran baru dalam hubungan persahabatan dengan orang lain. Di dalam retret, kita berlatih memulai lembaran baru secara berkelompok setiap dua minggu sekali, demikian juga Anda boleh memulai lembaran baru secara individu dengan orang lain sebanyak-banyaknya.

Kita berlatih memulai lembaran baru untuk menjernihkan pikiran dan mempertahankan kesegaran latihan. Ketika kesulitan muncul dalam hubungan persahabatan, tentu saja ada di antara mereka yang merasa kecewa atau sedih, kita sadar bahwa inilah saatnya untuk memulai lembaran baru. Berikut ini merupakan penjelasan tentang empat proses untuk memulai lembaran baru sebagaimana yang dipergunakan dalam pertemuan formal. Seseorang berbicara dalam kurun waktu tertentu dan tidak diinterupsi oleh orang lain. Praktisi lain berlatih untuk mendengar secara mendalam dan memperhatikan napas.

* Menyirami Bunga, kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada sahabat lain. Kita diperbolehkan untuk menceritakan perbuatan atau ucapan spontan yang dilakukan sahabat lain; perbuatan atau ucapan yang memberi inspirasi kepada kita. Ini merupakan kesempatan untuk memberikan dukungan semangat dan kekuatan serta memberi kontribusi dalam mendorong tumbuhnya kualitas positif dalam sanggha.
* Menyampaikan Penyesalan, kita boleh menyebutkan tindakan, ucapan, atau pikiran kita yang kurang pantas, yang belum sempat kita utarakan dengan tujuan untuk meminta maaf.
* Menuturkan Hati yang Luka, kita boleh menyampaikan tentang bagaimana hati kita terluka ketika sedang berinteraksi dengan orang lain, ketika seseorang bertindak, berucap, atau berpikir sesuatu (untuk menuturkan hati kita yang luka, pertama perlu menyirami bunga sahabat-sahabat lain dengan cara menyampaikan dua kualitas positif yang kita ketahui dengan pasti atas orang tersebut. Latihan ini umumnya dipraktikkan secara empat mata bukan dipraktikkan secara berkelompok. Jika Anda menginginkan, Anda juga boleh memohon seorang sebagai mediator untuk turut serta hadir bersama, seorang mediator yang dihormati oleh kedua belah pihak)
* Menuturkan kesulitan yang dialami berulang kali dan memohon dukungan – pada keadaan yang mana dua orang punya masalah masing-masing, derita masa lalu muncul pada saat ini. Ketika kita sedang menuturkan kejadian sulit yang sedang kita hadapi, kita memberi kesempatan kepada orang lain di sekitar kita untuk mengerti diri kita lebih baik dan orang lain berkesempatan untuk memberikan dukungan yang kita butuhkan.


Latihan memulai lembaran baru membantu kita untuk membangkitkan ucapan penuh cinta kasih dan mendengar dengan penuh kesabaran. Memulai lembaran baru merupakan latihan untuk mengenali dan menghargai elemen positif dalam sanggha. Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa sahabat sekamar kita begitu dermawan dalam membagikan pengalamannya.

Mengenali karakteristik positif orang lain memberikan kita kesempatan untuk melihat kualitas baik dalam diri kita juga. Sembari menyadari karakteristik positif ini, kita sadar setiap orang juga memiliki sifat kurang indah seperti berbicara dengan nada marah atau terjebak dalam persepsi keliru.

Ketika kita berlatih “menyirami bunga”, kita saling membantu sesama dalam menumbuhkan kualitas baik, pada saat bersamaan kita juga mengurangi kesulitan orang lain. Sebagaimana bertugas di kebun, kita menyirami bunga cinta kasih dan welas asih sesama, kita juga membuang energi negatif yang berasal dari benih kemarahan, cemburu, dan persepsi keliru.

Kita boleh berlatih memulai lembaran baru setiap hari dengan cara mengungkapkan perasaan kita kepada sahabat lain dan memohon maaf saat itu juga jika kita mengucapkan sesuatu yang melukai mereka. Kita boleh memberitahu orang lain dengan sopan ketika kita merasa tersinggung. Kesehatan dan kebahagiaan seluruh komunitas tergantung pada keselarasan, kedamaian, dan keceriaan yang hadir dalam setiap anggota sanggha.


Menjaga Kemarahan

Thay selalu menganalogikan kemarahan sebagai bayi yang sedang menangis. Ketika bayi menangis, ibunya akan menggendongnya dalam pelukan dan memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi. Menggendong dengan penuh kelembutan telah menenangkan bayi itu.

Demikian juga, kita juga bisa menggendong kemarahan kita dalam pelukan cinta kasih dan seketika itu juga kita merasa lega. Kita tidak perlu mendorong kemarahan. Kemarahan merupakan bagian kita yang membutuhkan cinta kasih dan didengar secara mendalam, begitu juga bayi itu.

Setelah bayi itu tenang, ibunya bisa merasakan bahwa bayi itu sakit atau demam atau perlu ganti popok. Ketika kita sudah tenang dan damai, kita bisa melihat secara mendalam kemarahan kita dan bisa melihat dengan jelas penyebab kemunculan kemarahan itu.

Ketika kita marah, inilah saatnya untuk tidak berbicara ataupun berbuat apa pun. Sebaiknya kita menarik diri dari orang atau situasi yang menjadi penyebab kemarahan yakni seseorang atau situasi yang menyirami benih-benih kemarahan kita. Kita perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali kepada diri kita sendiri. Kita boleh berlatih bernapas dengan penuh perhatian dan meditasi jalan di luar sana untuk menenangkan dan menyegarkan pikiran dan tubuh. Selang beberapa waktu sudah berlalu, ketika kita sudah merasa lebih damai dan tenang, maka kita boleh mulai melihat diri sendiri secara mendalam dan melihat secara mendalam orang atau situasi yang menjadi penyebab kemarahan kita. Sering sekali ketika kita bermasalah dengan orang tertentu, orang tersebut memiliki karakteristik kelemahan yang tercermin dalam diri kita sendiri yang juga merupakan karakteristik yang sulit kita terima. Ketika cinta dan penerimaan mulai tumbuh dalam diri kita, maka secara alami cinta dan penerimaan akan mulai tersebar ke orang-orang di sekeliling kita. 



0 comments:

Post a Comment