Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Raja Maitrabala Mempersembahakan Sebuah Hadiah

Demikian yang telah saya dengar pada suatu ketika:
Yang Tercerahkan berdiam di kota ?r?vast?, biara Jetavana di Taman An?thapindika. Pada suatu ketika ?nanda sedang berpindapatta, dia duduk di sebuah taman yang sepi dan berpikir: “Adalah mujizat Yang Mencapai Penerangan Sempurna datang ke bumi dan membawa kesenagan untuk banyak makhluk dan karena Kelima orang yang dipimpin oleh Kaundinya telah melakukan kebajikan di masa lampau, pintu Dharma telah dibukadan mereka memasukinya. Genderang Dharma telah disuarakan dan mereka menjadi yang pertama mendengarkan. Mereka, juga, yang pertama kali yang merasakan nektar dari Dharma.”
Setelah bangun, dia pergi kepada Buddha dan memberitahu mereka apa yang dia pikirkan. Buddha berkata: “?nanda, pada masa lampau ketika Kelima yang dipimpin oleh Kaundinya kelaparan dan mati karena haus, saya memberi makan mereka dengan tubuhku sendiri dan memberikan mereka darahku sendiri untuk diminum dan menyebabkan mereka berbahagia. Sekarang saya telah mencapai Penerangan Sempurna, saya telah membuat mereka berada dalam jalan menuju pembebasan. Ini bukanlah tanpa sebab dan alasan.”
Kemudian Yang Mulia ?nanda berkata kepada Buddha: “Sang Bhagava, saya mohon kepadamu untuk menghitung kembali berapa kali di kehidupan masa lampau Engkau telah memuaskan kelaparan dan kehausan dan membuat mereka senang. Jika mereka sekarang mendengar ini, mereka akan mengerti.”
Yang Tercerahkan berkata: “?nanda, beberapa kalpa yang lalu, kalpa yang tak dapat dihitung, ada seorang raja di Jambudv?pa yang bernama Maitrabala yang mempunyai 84.000 raja kecil. Dia mempunyai 20.000 ratu dan 10.000 pangeran. Raja ini diberkahi dengan cinta dan welas asih, belajar Empat Kemulian Tanpa Batas, dan dalam Welas Asihnya semua makhluk hidup diperintah sesuai sepuluh kebajikan. Semua menghormati sang raja, dan karena kemuliaannya tidak ada musuh di tanah itu dan tanah itu bahagia.
“Makhluk berpenyakit menular, setan preta, yang kekurangn darah dan kesehatan, tidak tertolong, tanpa kekuatan dan mereka akan mati di tanah itu hal ini dikarenakan semua orang menjaga ucapan, pikiran, dan perbuatan mereka dan mempraktikan 10 kebajikan. Pada suatu ketika 5 yaksa muncul dihadapan raja dan berkata: ‘Oh, raja, kami kelaparan dan hidup kami dalam bahaya. Ketika kami mencoba untuk memperoleh tubuh dan darah manusia kami tidak dapat karena semua orang dikerajaanmu mempraktikkan 10 kebajikan. Tanpa makanan dan minuman, kami akan mati. Raja agung, Mengapa dalam welas asihmu engkau begitu kejam?’
“Sang raja berpikir: “Makhluk ini tidak membutuhkan makanan lain selain daging segar dan jika mereka tidak mendapatkannya mereka akan mati. Saya seharusnya memotong 5 nadi dalam 5 bagian dari tubuhku dan memberikan mereka untuk diminum. ’Dia kemudian memotong dirinya, mengambil darah dari tubuhnya, dan memberikan kepada yaksa yang kemudian gembira dan puas. Mereka kemudian berkata kepadaNya: ‘Yang Mulia, bagaimana kamu akan mempraktikkan 10 kebajikan?’ Sang raja menjawab: ‘Seperti saya telah mengambil darah dari badanku sendiri dan memberikannya kepadamu, memuaskanmu dan membuat kamu gembira, ketika saya mencapai Penerangan sempurna saya harus memurnikan tiga racun dengan ajaran dengan ajaran Hukum Karma, sam?dhi, dan kebijaksanaan. Saya akan mengubah penderitaanmu menjadi kebahagiaan dengan melepaskan kemelekatan, dan menyebabkan engkau merelasisasikan kebahagiaan Nirvana.’
“?nanda, saya adalah raja Maitrabala itu. Lima kepala Kaundinya adalah yaksa-yaksa itu, dan saya bersumpah dimanapun kami akan dilahirkan kembali mereka akan menjadi yang pertama yang akan dibebaskan. Untuk alasan ini, saya mengajarkan mereka Dharma pertama dan membebaskan mereka sepenuhnya.”
Kemudian Yang Mulia ?nanda dan banyak orang yang hadir mempercayai kata-kata Buddha dan bermudita.
Sumber:
Sutra of the Wise and the Foolish [mdo mdzangs blun]
Atau Ocean of Narratives [uliger-un dalai]

0 comments:

Post a Comment