Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Makna Bendera Buddhis

oleh: Lilawati Kurnia*
Kita sering melihat adanya bendera yang dipasang ketika upacara hari trisuci waisak dilangsungkan. Bendera tersebut sudah ada sejak lama dan banyak yang tidak mengetahui asal-usul maupun makna di balik warna warni bendera tersebut.

Warna-warni yang terdapat pada bendera adalah biru (nila), kuning (pita), merah (lohita), putih (odata), dan jingga atau merah muda (manjestha). Warna-warni ini disusun secara vertikal lalu disebelahnya ada kelima warna ini yang disusun secara horisontal. Warna-warni ini melambangkan warna-warni aura yang keluar dari seluruh badan Sang Ariya Buddha Gautama ketika ia mencapai kesempurnaanNya di bawah pohon Bodhi. Setiap warna mempunyai arti yang berbeda. Warna-warni horisontal menyimpulkan perdamaian abadi dari ras-ras yang ada di dunia dan keharmonisan dalam kehidupan bersama. Sementara itu, warna-warni menyimbolkan kesempurnaan atau kebuddhaan dan Dhamma.

Warna biru merupakan warna yang terpancar dari rambut Sang Ariya Buddha Gautama menyimbolkan semangat perasaan cinta kasih yang universal untuk semua makhluk. Warna kuning terpancar dari kulit Sang Ariya menyimbolkan jalan tengah yang menghindari semua ekstrim dan memberikan keseimbangan serta kebebasan. Warna merah merupakan pancaran dari daging Sang Buddha menyimbolkan berkat dan berkah yang diberikan oleh ajaran Sang Tatthagatta. Sementara itu, warna putih yang dipancarkan dari tulang dan gigi Sang Ariya menyimbolkan kemurniaan ajaran Sang Buddha dan kemerdekaan yang dijanjikan olehnya. Warna jingga yang terpancar dari telapak tangan, tumit, dan bibir Sang Buddha menyimbolkan kebijaksanaan yang tak tergoyahkan dari ajaran Sang Buddha. Kombinasi warna-warni ini menyimbolkan universalitas ajaran mengenai kebenaran dalam Dhamma. Di Birma (Myanmar) warna jingga digantikan dengan warna merah muda. Dengan demikian, warna-warni pada bendera ini merepresentasikan adanya kemungkinan bagi semua manusia tidak memandang ras kulit, ataupun asal usulnya untuk mencapai kesempurnaan atau kebuddhaan, sehingga semua makhluk mempunyai potensi untuk mencapai Buddha.

Untuk memudahkan warna-warni itu dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
• Biru melambangkan konsep metta dan perdamaian dalam buddhisme.
• Kuning melambangkan jalan tengah, yaitu tiadanya bentuk dan juga tiada kekosongan.
• Merah melambangkan pencapaian, kebijaksannaan, moralitas, keberuntungan dan jati diri.
• Putih melambangkan kemurnian, emansipasi atau persamaan hak dan bahwa Dhamma akan terus ada tidak lekang oleh waktu.
• Jingga melambangkan esensi Buddhisme yang penuh dengan kebijaksanaan dan sangat luas.
• Kombinasi warna-warni ini melambangkan hanya ada satu kebenaran yaitu Dhamma.

Warna yang horisontal melambangkan perdamaiaan dan harmoni diantara semua. Ras-ras diseluruh dunia dan warna vertikal melambangkan perdamaian di dalam dunia ini. Secara singkat, bendera Buddhis memberikan makna bahwa tidak ada diskriminasi ras ataupun kebangsaan, kedaerahan atau warna kulit, bahwa semua makhluk mempunyai potensi menjadi Buddha dan mempunyai karakteristik kebuddhaan. Bendera ini mulai dipakai di tahun 1885 di Sri Langka sebagai simbol keagamaan dan perdamaian yang di seluruh dunia dianggap sebagai representasi agama Buddha.

*Pembina Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI)
 Sumber: http://kmbui.net/index.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=36

0 comments:

Post a Comment