Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Kamma, Kelahiran Kembali dan Ketidaksamaan Dalam Kehidupan

Orang-orang selalu keheranan tentang keadilan dalam hidup, dan mengapa setiap orang terlahir tidak sama.
Pertanyaan-pertanyaan sering dilontarkan tentang mengapa seseorang sangat sehat dan yang lainnya terlahir dengan banyak penderitaan jasmani. Mengapa seseorang terlahir di keluarga kaya raya, dan yang lainnya dalam kemiskinan papa. Mengapa seseorang mampu menikmati hidup yang panjang dan bahagia, dan yang lainnya pendek umur oleh tindak kekerasan atau kecelakaan.
Umat Buddha tidak percaya bahwa semua ketidaksamaan ini disebabkan secara kebetulan, atau atas keinginan yang tidak dapat dijelaskan dari makhluk surga yang tidak tampak dan yang maha kuasa. Kita percaya bahwa kamma dan hukum Sebab dan Akibat menerangkan sebagian besar perbedaan-perbedaan dalam hidup manusia ini.


Apabila kita tidak dapat mengingat apapun dari kehidupan lampau kita, adilkah untuk menderita dalam kehidupan ini untuk sesuatu kesalahan yang dilakukan di kehidupan sebelumnya?
Tanamkan dalam pikiran bahwa kamma bukanlah suatu sistem imbalan atau hukuman. Ia hanyalah prinsip dasar bahwa tindakan apapun yang disertai kehendak memiliki akibat yang dapat membuahkan hasil, ketika kondisinya tepat.
Ambillah contoh seseorang yang mabuk, kemudian tersandung dan jatuh ke dalam selokan. Dia mematahkan kakinya. Orang tersebut bisa saja tidak mengingat bagaimana dia jatuh dan mengalami luka, tetapi dia masih saja merasakan sakit akibat tindakan dia.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamma dapat juga dipandang sebagai menanam bibit. Jika anda menanam bibit apel, pohon apel akan tumbuh. Jika anda menanam bibit ek, pohon ek yang akan tumbuh. Ia hanyalah prinsip dari hukum Sebab dan Akibat.
Oleh sebab itu, keadilan dan ingatan bukanlah factor dalam kamma dan ini berlaku secara merata untuk semua makhluk dalam kehidupan.

Apabila ada kelahiran kembali, mengapa orang-orang tidak mengingat kehidupan lampau mereka?
Ingatan tentang kehidupan lampau terbaring halus dalam alam bawah sadar kita. Kita biasanya tidak mampu masuk ke dalam ingatan ini karena pikiran kita tidak jelas, atau cukup terarah. Misalnya, sedikit sekali dari kita mampu mengingat  apa yang telah kita kerjakan di hari yang sama baru sebulan yang lalu! Tetapi, penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa anak-anak kecil yang pikirannya masih jernih, mampu secara spontan mengingat kehidupan lampau mereka.
Ahli jiwa orang Barat sekarang menggunakan metode hipnotis regresi untuk membantu pasien dengan masalah mental, dan beberapa dari pasien ini kelihatannya mampu mengingat kembali kehidupan lampau mereka di bawah terapi demikian. Bhikkhu-bhikkhu dengan pikiran yang terarah dan mereka yang mampu memasuki keadaan meditasi yang mendalam juga dikatakan mampu mengingat kembali kehidupan lampau mereka.

Apabila kita tidak dapat mengetahui apapun tentang kehidupan kita yang berikutnya, lalu mengapa khawatir tentang itu?
Adanya sedikit tindakan egois yang diambil. Hal ini sama dengan orang tua yang tidak bertanggung jawab yang menghabiskan segala yang mereka miliki tanpa menyisakan apapun untuk anak-anak mereka. Mereka tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi dengan anak-anak mereka. Orang tua yang bertanggung jawab akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk meyakinkan yang terbaik bagi keturunan mereka terlepas dari apakah mereka masih ada atau tidak untuk melihat hasilnya.
Akan tetapi, dikatakan dalam buku ajaran Buddha bahwa beberapa makhluk surgawi, dan juga beberapa makhluk yang terlahir di alam rendah pada kenyataannya mampu mengingat kembali kehidupan lampau mereka. Beberapa dari makhluk ini menjelaskan perbuatan-perbuatan yang memberi kondisi kelahiran kembali mereka. Itulah pendorong untuk melakukan yang terbaik semampu kita di kehidupan ini.
Dalam kasus apapun, sebagai seorang umat Buddha, kita harus melakukan sebaik yang kita bisa di kehidupan ini, terlepas dari apakah kita dapat atau tidak untuk mengalami akibat positif di kehidupan berikutnya.
Ada pepatah yang berharga dalam ajaran Buddha yang menghasilkan pemikiran-pemikiran tentang :
“Apabila anda ingin mengetahui bentuk kehidupan yang anda jalani di
  kehidupan lampau anda, lihatlah pada kehidupan anda saat ini. 
  Apabila anda ingin mengetahui bentuk kehidupan yang akan anda miliki di  kehidupan berikut anda, lihatlah pada kehidupan anda saat ini.”

Adakah bukti ilmiah dari kelahiran kembali?
Pada kenyataannya terdapat banyak kasus yang diselidiki dan didokumentasikan dari orang-orang, termasuk banyak anak-anak kecil, yang mengingat kehidupan lampau mereka. Sementara terdapat banyak contoh bukti-bukti dalam buku yang tak terhitung jumlahnya yang berasal dari Timur, Studi dalam hal ini juga telah dilakukan banyak peneliti Barat.
Penyelidikan ini dilakukan untuk kelompok orang-orang Asia dan Barat di bawah kondisi ilmiah dan disertai dengan pengujian yang setepat-tepatnya. Kesimpulan yang didapati adalah kelahiran kembali bukan hanya memungkinkan, namun juga terbukti dengan baik.
Misalnya, Carol Bowman telah menulis buku-buku tentang anak-anak yang mampu mengingat kembali kehidupan lampau mereka. Buku-buku ini bukan buku-buku keagamaan atau spiritual, tetapi kasus studi yang terdokumentasi dengan baik berdasarkan penelitian dan penyelidikan empiris yang dilakukan pada ratusan anak-anak.
Prof. Ian Stevenson adalah seorang ahli jiwa terkenal dan direktur dari divisi Studi Perseptual di Universitas Virginia di USA. Publikasi Prof Stevenson, yang dimaksudkan terutama untuk komunitas para sarjana dan ilmuwan, menjelaskan lebih dari 3000 studi kasus orang-orang yang dapat mengingat kehidupan lampau mereka. 
Penyelidik lainnya yang terkenal dan bereputasi serta berotoritas dalam kasus ini adalah Dr. Jim Tucker, Dr. Raymond Moody dan Thomas Shroder.

Henry Ford :
“Tugas menjadi sia-sia jika kita tak dapat menggunakan pengalaman kita
   di kehidupan berikutnya.”

“Kecerdasan adalah buah dari pengalaman panjang di banyak kehidupan.
  Untuk ini saya yakin, kita ada di sini untuk sebuah tujuan.

  Kita akan terus maju. Pikiran dan ingatan, adalah selamanya.”



Sumber: http://www.justbegood.net

0 comments:

Post a Comment