Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Kisah Kasih Seorang Pramugari

Seorang pramugari selain mengenakan pakaian cantik seperti yangdiketahui banyak orang, tentu saja ada kala nya saya menghadapisaat-saat sulit. Pramugari harus kerja lembur, di dalam pesawat harusmengantar makanan pada ratusan orang, menjual barang duty free,melayani tamu, sibuk sekali sampai tidak bisa tersenyum. Dalam keadaandemikian tetap harus mengingatkan diri bahwa pekerjaanku adalahpelayanan, harus melayani banyak orang. Walaupun bagaimana memberitahudiri kadang-kadang ada saat dimana saya kehabisan tenaga, tak bisabersabar dan tersenyum.

Sampai pada suatu hari teman baik saya bercerita tentang bagaimana diamelayani seorang kakek tua yang pikun, saya baru bisa mengubah sikapkerja saya.
Ini adalah sebuah penerbangan dari Taipei ke New York. Pada saatpesawat terbang take off tak berapa lama, ada seorang kakek yang tidakbisa mengontrol untuk buang air besar. Dan akhirnya memngeluarkannyadi tempat. Keluarga yang melihat hanya merasa jijik dan memaksa kakekini untuk membersihkan diri di toilet sendirian. Orang tua ini tampakragu sejenak, lalu kemudian seorang diri berjalan menuju toilet yangberada di belakang.

Pada saat kakek itu keluar dari toilet, walau bagaimana pun iamengingat, ia tetap tidak mampu mengingat tempat duduknya sendiri.Kakek yang berumur 80-an ini menjadi cemas, takut, dan menangisseorang diri di teras toilet. Seorang pramugari datang membantu kakekini, bau yang teramat sangat memenuhi badan kakek. Ternyata kakek initidak mengetahui dengan jelas letak tissue di dalam toilet tersebutsehingga ia membersihkannya dengan menggunakan bajunya. Toilet yangdigunakannnya tadi jadi kotor dan berantakan sekali.

Setelah mengantarkan kakek kembali ke tempat duduknya. Para penumpangdi sekitarnya mulai mengeluh bau busuk yang berasal dari badannya.Pramugari menanyakan kepada saudaranya apakah mereka masih memilikibaju pengganti yang bisa digunakan oleh kakek ini. Saudaranyamengatakan, semua pakaian ada di bagasi pesawat, jadi kakek ini tidakmemiliki baju pengganti. Dan saudaranya berkata, "Sekarangkanpenerbangan ini tidak terisi full, saya melihat ada beberapa barisbagian belakang yang masih kosong, bawa saja kakek ini untuk duduk dibelakang." Pramugari ini hanya bisa mengikuti keinginan darisaudaranya.dan membawa kakek ini ke barisan belakang.

Kemudian mengunci toilet yang telah digunakan oleh kakek ini agarpenumpang lain tidak salah masuk toilet. Akhirnya kakek ini duduk dibangku belakang seorang diri, menundukan kepala dan tak henti-hentinyamenghapus air matanya yang terus mengalir.

Siapa sangka satu jam kemudian, kakek ini sudah berganti pakaian,dengan badan yang bersih dan tersenyum riang kembali ke tempatduduknya semula. Di depan mejanya tersaji seporsi makanan baru yangmasih hangat. Semua orang saling bertanya siapa gerangan yangmembantunya?
Ternyata teman baik saya ini yang mengorbankan waktu makanmalamnya. Dia menggunakan tissue dan lap basah pelan-pelanmembersihkan badan kakek ini sampai bersih.dan meminjam baju baru darico-pilot untuk mengganti baju kakek ini. Terlebih lagi, pramugari inimembersihkan toilet yang telah digunakan oleh kakek ini hingga bersihdan menyemprotkan parfumnya sendiri ke dalam toilet tersebut.
Rekan kerjanya mengatakan dia bodoh, harus begitu susah payah membantuorang lain, bukankah sampai akhirnya tidak akan ada orang yangmengenang dan berterimah kasih. Sudah lelah, namun tidak mendatangkankeuntungan apa pun. Dia dengan tenang dan tegas menjawab, "Jampenerbangan masih belasan jam, kalau saya menjadi orang tua tersebut,saya pastilah sangat sedih, siapa yang berharap kalau awal dariperjalanan ini bisa jadi begini.

Lagi pula tigapuluhan orang harus menggunakan satu toilet, kurang satutoilet tentu sangat merepotkan. Saya bukan hanya membantu orang tuaitu tapi juga membantu penumpang yang lain."

Setelah mendengar cerita ini saya sangat menyesali sikap saya. Temanbaikku pernah menyampaikan kepada saya bahwa pekerjaan yang palingmembahagiakan adalah pekerjaan yang mengantarkan orang lain dari satutempat ke tempat lain dengan selamat. Sejak mendengar pengalaman indahdari teman baik ini, saya baru menyadari bahwa pelayanan sungguhmerupakan sebuah berkah yang harus dihargai. Cara terbaik menghargaiberkah adalah dengan membagikan berkah ini kepada orang lain.Pengalaman teman baikku ini telah mengubah sikapku dalam bertugas.

0 comments:

Post a Comment