Chat Here

Welcome to peoplewillfindtheway.blogspot.com... Feel free to explore and enjoy!

Showing posts with label Emosi. Show all posts
Showing posts with label Emosi. Show all posts

Jawaban Bijak

Kebetulan saya dapat sms dari teman dengan tema Jawaban Bijak. Dan kebetulan pula smsnya berguna buat gw post. Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman semua yang membaca. Bukannya sok tahu tapi hanya sekedar sharing aja.
Well, silahkan dibaca aja..
:D

Seorang Guru berkumpul dgn murid-muridnya, lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :

Pertanyaan 1 : Apa yg PALING DEKAT dgn diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab : "orang tua", "guru", "teman", "kerabatnya".
Yg paling dekat dgn kita adalah "kematian". Sebab kematian adalah PASTI adanya...
Mayoritas kita sering memperhatikan hal yang hanya berpengaruh bagi diri dan sekeliling kita. Namun kita terkadang mengabaikan hal yang paling dekat dengan kita dimanapun yang bisa terjadi kapan saja, yaitu kematian. Kita seharusnya bersyukur dengan hari-hari yang diberikan dan kita masih bisa melihat hari esok. Tapi masih banyak kaum muda, bahkan kaum dewasa yang tidak memperhatikan hal ini. Mereka yang tidak akan menyadari akan hal ini cenderung ceroboh sehingga kecelakaan terjadi. Sungguh sulit bagi kita terlahir sebagai manusia, dalam kehidupan sebagai manusia ini kita seharusnya banyak berbuat baik dan tidak menyia-nyiakan hidup dengan melakukan hal yang berguna.


Pertanyaan 2 : Apa yg PALING JAUH dari diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab : "negara Cina", "bulan", "matahari".  
Yg paling benar adalah “masa lalu". Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita hrs menjaga hari ini, hari2 yg akan datang...

Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ketiga hal ini adalah hal yang tidak bisa kita hindarkan dan tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita selama kita masih hidup. Masa lalu adalah masa dimana kita telah melalui masa kini dan tersimpan di dalam ingatan kita. Masa lalu yang buruk jika dianggap sebagai beban, maka kita tidak akan mendapatkan pelajaran apapun. Anggaplah sebagai pengalaman kita agar untuk yang berikutnya tidak terjadi lagi dan agar lebih baik dari sebelumnya. Masa lalu adalah hal yang paling jauh, karena masa yang telah berlalu tidak bisa lagi kita raih dengan apapun, namun kita harus bisa menerima masa lalu. Jadi, janganlah terlalu lama melihat atau meratapi masa lalu, karena itu telah berlalu dan tidak akan bisa rubah. Sadarlah akan masa kini, masa dimana kita harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Dan masa depan dimana kita akan merasakan semua hasil usaha kita di masa kini.

Pertanyaan 3 : Apa yg PALING BESAR di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab "gunung", "bumi", "matahari".  
Yg plg besar dr yg ada di dunia ini adalah "nafsu"... Banyak manusia menjadi celaka krn menuruti hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi karena itu kita hrs hati2 dgn hawa nafsu ini...

Setiap manusia pasti memiliki hawa nafsu. Nafsu adalah hal yang sulit bagi kita untuk dikendalikan. Nafsu biasanya terjadi di saat kita terlalu terobsesi akan seusatu yang kita inginkan. Nafsu biasanya berawal dari indra kita seperti mata, telinga, mulut, dll. Nafsu yang timbul bisa berasal dari kesenangan akan sesuatu, kenikmatan, tantangan, dll. Jika kita tidak bisa mengendalikan nafsu kita, maka nafsu itu akan menguasai diri kita sendiri dan pada akhirnya mencelakakan kita.

Pertanyaan 4 : "Apa yg PALING BERAT di dunia ini ?".
Di antara muridnya ada yg menjawab : "baja", "besi", "gajah", ...
Yg paling berat adalah "memegang janji"...

Janji bagi kita adalah ibarat utang. Di saat kita telah berjanji, saat itu juga kita telah berhutang kepada seseorang dan harus kita bayar dalam bentuk hal yang kita janjikan. Janji dikatakan sebagai hal yang paling berat karena memegang janji tidaklah mudah. Selain harus ditepati, janji juga merupakan bentuk kepercayaan. Jika kita tidak menepati janji tersebut maka berikutnya kita tidak akan dipercaya lagi.

Pertanyaan 5 : "Apa yg PALING RINGAN di dunia ini ?"
Ada yg menjawab "kapas","angin", "debu", "daun2an"
Yg paling ringan di dunia ini adalah"Meninggalkan Ibadah"...

Di jaman sekarang, kita menemukan begitu banyak pandangan yang berbeda. Ada yang mengutamakan pekerjaan daripada keluarga, ada pula sebaliknya. Dan salah satunya adalah ibadah, hal yang kecil dan mudah namun penting bagi kita. Orang-orang banyak tidak memiliki waktu untuk beribadah karena ada kegiatan yang mereka nilai lebih penting posisinya daripada beribadah. Seperti: karena masih ada kerjaan yang belum selesai, bahkan ada yang karena pergi jalan dengan teman. Mereka yang terbiasa beralasan seperti ini yang bertujuan untuk menghindari ibadah biasanya sulit dibujuk untuk beribadah. Apa salahnya beribadah yang umumnya hanya seminggu sekali dan hanya berselang beberapa jam saja? Sedangkan kita sanggup pergi bersenang-senang hampir seharian bahkan berhari-hari.

Lalu pertanyaan 6 : "Apakah yg PALING TAJAM di dunia ini ?.
Muridnya menjawab dgn serentak... "Pedang !"
Yg paling tajam adalah "lidah manusia" karena melalui lidah, manusia dgn mudahnya menyakiti hati, melukai perasaan...

Alat berbicara manusia adalah lidah. Dengan lidah kita mampu berbicara, memuji, bahkan melukai perasaan orang lain seperti mengejek atau menghina. Tentu kita semua tahu, luka yang paling sulit disembuhkan adalah perasaan. Luka secara fisik bisa sembuh total, namun apakah luka secara mental bisa? Tidak. Bagaimanapun perasaan yang terluka, walaupun telah diobati dengan kata maaf dsb, tetap tidak akan mengobati seluruhnya. Luka tersebut akan tetap membekas seumur hidup dan akan terus dikenang. Jadi berhati-hatilah ketika berbicara walaupun hanya bercanda. Setiap orang bisa saja terluka perasaannya kapanpun dengan kondisi yang tidak bisa kita prediksi dan ketahui walaupun orang tersebut tahu kita hanya bercanda.

Semoga artikel ini berguna bagi teman2 semua...

Apa Itu Sahabat?

Keberadaan seorang sahabat begitu penting dalam hidup ini. Begitu dalam makna dan arti sebuah persahabatan. Dan sangat tidak mudah untuk menemukan seseorang yang layak dan pantas untuk dijadikan seorang sahabat dari sekian banyak teman yang kita punya.
Sahabat adalah teman yang tidak punya hati nurani untuk menusuk dari belakang atau menjadi duri dalam daging dan tidak memiliki rasa iri dan dengki. Saling memberi dan saling menerima tanpa ada embel-embel atas dasar pemanfaatan.
Ketika seseorang yang sudah kita anggap sebagai sahabat, namun pada satu ketika ternyata dia diam-diam menginginkan dan melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak pernah terpikirkan oleh kita,  apa yang harus diperbuat dan apa yang bisa kita rasakan? Kekecewaan yang sangat dalam dan terlukalah sudah hati dan rasa… Ini sebuah pertanda bahwa ia sangat tidak pantas untuk dijadikan sahabat. Mungkin saja kedekatan yang selama ini tercipta memiliki dua arti yang berbeda. Keberadaanya yang kita anggap sebagai sahabat, namun alangkah malangnya ternyata ia tidak memiliki pengertian dan pemahaman makna keberadaan seorang sahabat. Ia hanya teman dekat atau justeru hanya teman biasa saja…

Sangatlah tidak mudah menemukan seorang sahabat!
Dan ketika kita memiliki seorang sahabat, jagalah persahabatan kalian.


Ada beberapa kata mutiara tentang sahabat yang dapat kita renungkan:
Teman sanggup merampas orang yang kau cintai
Tapi sahabat akan menjadi mata-mata menjaga orang yang kau cintai

Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan

Teman akan memberi mu setangkai mawar
Tapi sahabat memberi mu setangkai melati

Teman akan menikam mu dari belakang
Tapi sahabat akan menampar mu dari depan

Teman akan menceritakan mu yang tidak benar tentang diri mu
Tapi sahabat akan tutup mulut dengan kesalahan mu

Teman hanya menerima kelebihan mu
Tapi sahabat akan menerima kekurangan mu

1000 teman datang saat kamu tertawa
Tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni

Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya
Akal mengatakan wanita cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya
Dan hati mengatakan wanita cantik atas dasar akhlaknya

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan yang benar

Sediakanlah waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa
Sediakanlah waktu untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan
Sediakanlah waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan
Sediakanlah waktu untuk bersenda karena bersenda itu akan membuat muda selalu
dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa…

Sebuah syair untuk sahabat:
smile with whom I like…
I cry for whom I care…
I share with whom I really like…
I laugh with whom I enjoy…
I care only to those whom I never want to loose…


Renungan dari Pengalaman Pribadi

Cerita ini saya tulis berdasarkan dengan apa yang telah saya alami. Semoga cerita ini dapat membuka pikiran kita lebih luas, tidak lagi menganggap bahwa kita lebih benar dan orang lain salah. Beberapa pengalaman pribadi yang telah mengajari saya akan banyak hal, dan diajari tentunya.

Kita tidaklah selalu belajar dari sesuatu, namun kita ada waktunya mengajarkan apa yang telah kita pelajari. Dan kita tidaklah harus selalu belajar dari orang yang lebih dewasa dari kita melainkan kita juga bisa belajar dari orang yang bahkan jauh lebih kecil daripada kita dan terkadang apa yang kita pelajari dari adik-adik kita tidak bisa kita dapatkan dari kakak-kakak kita atau para senior.

Apa yang kita pelajari dari adik-adik kita tidaklah sia-sia. Hal yang utama adalah kita mulai belajar menyayangi mereka. Kebanyakan orang menyalah artikan kata ini sebagai kata CINTA. Kata sayang dan cinta memang sama dalam pengertiannya namun berbeda makna. Beberapa perbedaan yang saya dapat dari internet, rasa ’sayang’ lebih dalam daripada ‘cinta’, ’sayang’ tidak mudah berubah, ’sayang’ membuatmu berkorban dan rela menderita demi orang yang disayangi, ‘cinta’ ingin memiliki namun ’sayang’ tidak. Kata sayang bersifat lebih universal yang tertuju tidak hanya kepada satu orang saja, bisa kepada adik, kakak, ayah, ibu, teman.

Bandingkan rasa sayang orang tua kepada anaknya atau rasa sayang seorang kakak kepada adiknya dengan rasa cinta kepada pasangan kita. Pasti berbeda bukan? Hati-hatilah dalam memakai kedua kata tersebut karena dapat menyebabkan salah paham bagi mereka yang tidak tahu makna sebenarnya.

Oke, setelah membahas sedikit perbedaan kedua kata tersebut, mari kembali ke topik awal...
Semua orang yang memiliki perasaan pasti memiliki rasa sayang. Janganlah mengeluh jika kita dimarahi oleh kakak kita, orang tua kita, keluarga kita, teman kita, ataupun orang lain. Itulah salah satu cara mereka menunjukkan kasih sayang mereka kepada kita. Mereka memarahi kita dengan tujuan agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama dan menjadi orang yang lebih baik lagi. Di samping itu, bersyukurlah. Mengapa bersyukur dimarahi? Kebanyakan orang tidak menyadari satu hal yang terjadi, yaitu mereka masih peduli dan  memperhatikan kita. Bagaimana jika mereka tidak memperhatikan kita atau tidak peduli dengan kita? Apakah mereka akan tahu kesalahan kita? Bahkan memarahi kita?

Kata marah tidaklah selalu buruk. Orang-orang yang menyayangi kita memarahi kita dengan tujuan kita sadar dan mau memperbaikinya, namun terkadang dengan cara yang kurang tepat dan bukan berarti mereka hanya sekedar melampiaskan emosi mereka kepada kita. Maka dari itu, bukalah sedikit lebih luas pikiran kita.

Di samping belajar akan kasih sayang, kita juga dilatih akan kesabaran akan kelakuan yang diperbuat adik kita. Kita sering kesal jika apa yang mereka perbuat tidak kita sukai ataupun yang merugikan kita. Tapi apakah kita tahu sebabnya?

Kita sering kesal tanpa mengetahui sebabnya terlebih dahulu dan lebih mempertahankan opini sesuai dengan apa yang kita lihat. Semua yang terlihat tidaklah selalu sama dengan maksud di dalamnya. Dari beberapa yang saya ketahui, mereka membuat kita kesal karena ingin menghibur kita namun tidak tahu caranya dan kita sudah keburu berpikir buruk dengan apa yang telah diperbuatnya, dan yang paling sering adalah mereka melakukan kesalahan dengan tidak sengaja dan di luar dugaan mereka sendiri.

Pantaskah kita memarahi mereka? Setelah mengetahui maksud mereka yang sebenarnya? Renungkan lagi. Sebelum bertindak, cari tahu kebenarannya dahulu. Dengan begitu pelan tapi pasti kita telah menjadi orang yang lebih bersabar. Sesuai dengan yang saya alami ini, pada akhirnya setiap kenakalan mereka selalu saja membuat saya ingin tertawa dan tidak ada lagi rasa kesal untuk memarahi mereka bahkan saya merasa terhibur. Kuncinya adalah komunikasi.

Pesan untuk kita semua, janganlah menyia-nyiakan orang yang menyayangi kita karena merekalah yang akan selalu ada untuk kita, di saat suka maupun duka merekalah yang selalu berada di samping kita. Di saat kita tidak tahu kepada siapa kita bisa berbagi duka, mereka bisa. Di saat kita kehilangan kepercayaan, mereka bisa membuat kita percaya kembali. Di saat kita melakukan kesalahan dan terus mengulanginya, mereka dengan sabar dan tidak bosan mengingatkan kita. Namun kita sering dengan tidak sadar membuangnya begitu saja. Di saat kita ingat mereka karena membutuhkan mereka, namun mereka telah tidak ada lagi untuk kita. Sebelum itu terjadi, pertahankanlah mereka. Buatlah mereka bahagia dan bangga kepada kita...

Well, untuk sementara ini dulu yang bisa saya bagikan kepada para pembaca. Menjadi seorang adik merupakan posisi yang penting bagi seorang kakak dan begitu pula sebaliknya. Sebelum menutup cerita ini, saya ucapkan terima kasih untuk kalian, adik-adik yang telah banyak mengajariku.... :)

Kisah Racun Penyembuh

Seorang gadis bernama Li-li menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertua. Dalam waktu singkat, Li-li menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda, dan Li-li sangat marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Li-li juga dikritik terus-menerus. Hari demi hari, minggu demi minggu, Li-li dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk, karena berdasarkan tradisi Cina, Li-li harus taat kepada setiap permintaan sang mertua.
Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami yang miskin itu ada dalam stress yang besar.

Akhirnya, Li-li tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.Li-li pergi menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, yang menjual jamu. Li-li menceritakan apa yang dialaminya dan meminta kalau-kalau Mr Huang dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai.

Mr Huang berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, "Li-li, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta."
Li-li menjawab,”Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta.”
Mr Huang masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong jamu. Dia memberitahu Li-Li, “Kamu tidak boleh menggunakan racun yang be-reaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masakkan daging babi atau ayam dan kemudian campurkan sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu.”

Li-Li sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulat rencana pembunuhan terhadap ibu mertua.Minggu demi minggu berlalu, dan berbulanbulan berlalu, dan setiap hari, Lili melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Li-Li ingat apa yang dikatakan Mr Huang tentang menghindari kecurigaan, jadi Li-Li mengendalikan emosinya, mentaati ibu mertua, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibu-nya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.

Setelah eman bulan, seluruh rumah berubah. Li-li telah belajar mengendalikan emosi-nya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani.

Sikap ibu mertua terhadap Li-li berubah, dan dia mulai menyayangi Li-li seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Li-li adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya. Li-li dan ibu mertuanya sekarang berlaku sepertu ibu dan anak sungguhan. Suami Li-li sangat senang melihat apa yang telah terjadi.

Satu hari, Li-li datang menemui Mr. Huang dan minta pertolongan lagi. Dia berkata, “Mr Huang, tolonglah saya untuk mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah mencaji wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin di a mati karena racun yang saya berikan.”Mr. Hunag tersenyum dan mengangkat kepalanya. “Li-li, tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya.” Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya.”

Lukisan yang Rusak

Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus. dan lukisan ini dipakai pada saat pernikahan putri diana.

Sang pelukis ketika menyelesaikan lukisannya sangat senang dan memandangi lukisan yang berukuran 2×8 m dan sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur. dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. dia terus berjalan mundur dan dibelakang adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia mengakhiri hidupnya.

Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut tapi tidak jadi karena dia berpikir sekali dia berteriak pelukis tersebut malah bisa jatuh. Kemudian orang yang melihat pelukis tersebut mengambil kuas dan cat yang ada didepan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak.

Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut. tetapi beberapa orang yang ada disitu menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.
Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan pasangan yang kita idamkan. tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Tuhan, karena Tuhan melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau juga terhadap pemimpin kita. tapi perlu kita ketahui Tuhan selalu menyediakan yang terbaik.

Mengatasi Luapan Kemarahan

Tips Mengatasi Luapan Kemarahan
Meluapkan kemarahan yang ada di dalam tubuh mungkin membuat seseorang terlihat lebih kuat pada awalnya, tapi dalam jangka panjang kondisi ini bisa menimbulkan efek negatif baik bagi diri sendiri atau orang lain.
Ketika sedang marah, bagian otak amigdala (pusat emosional di dalam otak) akan merangsang adrenalin yang membuat jantung memompa darah lebih cepat, sulit bernapas, pupil membesar dan tubuh berkeringat.
Orang bisa marah karena akumulasi dari ketegangan atau stres yang memucak. Kemarahan bisa muncul akibat adanya masalah di tempat kerja, sekolah, stres, kemacetan lalu lintas, kekhawatiran akan masalah finansial serta konflik dalam suatu hubungan.

Marah mungkin baik buat diri karena bisa melepaskan stres, tapi tidak baik buat orang lain dan lingkungan yang akan merasakan ketegangan.
Ada beberapa strategi atau cara sehat yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa marah agar cepat menguap, yaitu:
1. Saat marah cobalah untuk diam sejenak dan hitung secara perlahan sampai 10

Ketika sedang marah terjadi lonjakan adrenalin, karena itu penting untuk melatih diri sendiri dalam mengatasi lonjakan ini.
Ambilah napas panjang beberapa kali secara perlahan sambil menghitung sampai 10 (atau 50 jika memang perlu). Dalam kondisi tenang ini cobalah pikirkan kembali apa yang harus dikatakan atau dilakukan agar tidak menyesal nantinya.


2. Ambilah waktu untuk menenangkan diri

Cobalah mengambil waktu untuk membuat neurotransmitter di otak menjadi lebih tenang serta menurunkan tingkat stres yang ada. Kurangi stimulasi eksternal dari lingkungan sekitar, misalnya dengan meredupkan lampu, mendengarkan musik yang tenang atau melakuakn yoga untuk mengusir kemarahan dari dalam tubuh.

3. Jangan melampiaskan kemarahan secara terburu-buru

Pastikan seseorang sudah memiliki waktu yang cukup untuk mengetahui apa yang telah membuatnya menjadi marah. Usahakan untuk tidak melampiaskan kemarahan secara terburu-buru, karena hal ini tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru bisa meningkatkan ketegangan di otak.

4. Jangan berusaha mengatasi kemarahan ketika tubuh sedang lelah atau sebelum tidur  

Mencoba mengatasi kemarahan di malam hari bisa mengganggu waktu tidur dan menyebabkan insomnia, untuk itu lupakan kemarahan yang ada ketika malam hari terutama menjelang waktu tidur sehingga seseorang tetap bisa mendapatkan waktu untuk istirahat. Lakukanlah beberapa hal yang bisa membuat tubuh lebih tenang dan rileks sebelum tidur.

5. Melakukan olahraga ringan

Olahraga atau latihan fisik ringan seperti berjalan, jogging, berenang atau bersepeda adalah cara alami untuk mengurangi stres dan kemarahan. Hal ini karena saat berolahraga tubuh akan melepaskan zat kimia di dalam otak yang membantu seseorang untuk santai atau rileks, serta memberikan waktu untuk berpikir sehingga seseorang memiliki lebih banyak energi.

6. Gunakan Teknik Kesadaran

Teknik kesadaran adalah teknik yang digunakan oleh orang-orang bijaksana yang menjadikan mereka tidak akan marah kepada siapapun dalam kondisi apapun.Teknik kesadaran ini harus dilatih dengan meditasi (meditasi vipassana khususnya,untuk lebih lanjut silahkan googling).Dengan menyadari segala momen yang terjadi ketika kemarahan muncul,maka kita bisa melenyapkannya dengan melihat hakikat dari kemarahan,yaitu "Negatif/Tidak Berguna".
[Berbagai sumber]

Meredakan Kemarahan

Sangat menarik….. cuma bagaimana caranya meredakan kemarahan ?
Apakah semudah mengatakannya ? Dari apa yang pernah saya lakukan dan pelajari, ternyata sangat mudah !
1. Ketika marah…. sebelum anda mengeluarkan kemarahan anda … tariklah nafas yang dalam…. tahan beberapa saat ( dan sambil mmenahan nafas… kumpulkan segala kemarahan kedalam rongga dada )… lalu hembuskan dengan melalui mulut dengan gerakan meniup.. lakukan beberapa kali sampai anda merasa tenang dan nyaman
2. Atau cara lain… anda imajinasikan sedang menggenggam bola tenis….genggam dengan kuat… sambil anda alirkan marah anda ke bola tenis tersebut…. pas ketika anda merasa sangat marah… lemparkan bola tenis tersebut kuat kuat…. bersamaan anda melempar emosi anda
3. Buat yang senang dengan olah raga lebih mudah lagi ( trutama tenis, bulutangkis, golf, squash, dll) pukulah bola denga skuat kuatnya…. dengan emosi yang penuh… dengan segala kemarahan yang tersimpan… ( cuma kasian yang jadi musuh anda )
4. Dan yang paling nikmat adalah… masuklah kedalam kamar mandi… mandilah dengan air dingin… guyur kepala anda….dan nikmati kesegaran air dikepala anda… ( paling pas kalo pake shower )
Mudah mudahan bermanfaat
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu
MEREDAKAN KEMARAHAN
Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? “Sederhana!” kata mereka. “Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik. Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan.”
Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, nasihatinya adalah untuk berhenti marah dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan. Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan. Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.
Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda!
KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT

Mengendalikan Emosi

Bisa dibayangkan, alangkah kacaunya dunia ini jika emosi-emosi tidak teredam. Semua bertindak sesuka hati, dengan perasaan dan luapan emosional masing-masing. Berikut ini beberapa cara untuk melatih emosi kita. Ingat, dikuasai atau menguasai emosi adalah sebuah pilihan.

1. Belajarlah untuk mendengarkan. Pernahkah kita meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain? Bukan sekadar mendengar, tapi menyimak dengan saksama. Mendengarkan yang tidak terdengar. Itu adalah cara yang efektif. Karena sewaktu kita mendengarkan orang lain, kita juga sedang belajar untuk menguasai dan menetralkan emosi.

Beberapa orang mungkin tidak cukup sabar untuk mendengarkan orang lain. Mereka lebih senang didengarkan daripada mendengarkan. Padahal dalam proses mendengarkan itulah, kita dapat melatih penguasaan diri. Demikian pula secara simultan seseorang yang emosional akan mengalami kelegaan luar biasa ketika isi hatinya didengarkan.

2. Kekuatan dalam penguasaan diri. Ada foto menarik yang sering digunakan sebagai ilustrasi sikap penguasaan diri. Seekor kucing tampak dengan santai menghirup genangan air di tengah pelataran. Sementara di sekelilingnya berbaris puluhan anjing herder polisi.

Demikian pula orang yang tidak memiliki ketenangan akan kerap mendapati dirinya melakukan kecerobohan dan kesalahan yang tidak perlu. Sebaliknya, dalam keadaan tenang kita dapat menganalisis situasi dengan akal sehat yang jernih. Dengan penguasaan diri kita dapat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat.

3. Sikap lapang hati yang melegakan. Kelapangan hati dapat muncul ketika kesesakan melanda hidup kita. Menyimpan kerikil-kerikil tajam atau melepaskan semua beban berat yang mengganjal di hati adalah suatu pilihan. Dan pilihan kita akan menentukan apakah kita dapat berdamai dengan emosi atau tidak. Mengembangkan kekuatan penguasaan diri melalui sikap empati dan lapang hati akan memberikan kelegaan yang besar untuk berdamai dengan emosi.

Sumber: Renungan Pagi, Juli 2009